Pengertian Hidrosfer

Hidrosfer berasal dari kata hidro yang artinya air dan saphira yang artinya lapisan ratau tempat.
Hidrosfer berarti lapisan atau tempat kedudukan air di bumi. Air di alam terbagi menjadi tiga macam, yaitu air di permukaan bumi, air di udara (atmosfer bumi), dan air di dalam bumi (tanah). Komposisi air secara global adalah 97,2% berada di lautan dan 2,8% berada di daratan dan di udara. Ada beberapa cabang ilmu pengetahuan yang khusus mempelajari tentang air, yaitu.

  • Oseanografi, adalah ilmu yang mempelajari laut dan air laut.
  • Glasiologi, adalah ilmu yang mempelajari es dan gletser.
  • Hidrologi, adalah ilmu yang mempelajari air permukaan dan air bawah tanah.
  • Limnologi, adalah air mempelajari tentang danau.
  • Potamologi, adalah ilmu yang mempelajari air yang mengalir di permukaan.
  • Geohidrologi, adalah ilmu yang mempelajari keberadaan, persebaran, dan gerakan air di bawah tanah.
  • Hidrometeorologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan unsur-unsur meteorologi dan siklus hidrologi.
Sebenarnya volume air di bumi tetap. Hanya wujud dan letaknya saja yang berubah. Perubahan wujud dan tempat inilah yang kemudian membentuk suatu rangkaian proses yang disebut siklus hidrologi, yang menyebabkan jumlah air di bumi tetap. Menurut panjang pendeknya proses, siklus hidrologi ada tiga macam, yaitu.

  1. Siklus pendek, yaitu perputaran air dari laut yang mengalami penguapan, berkondensasi dan kemudian jatuh sebagai hujan di laut yang sama lagi.
  2. Siklus sedang, yaitu perputaran air laut yang mengalami penguapan, terbawa oleh angin dan berkondensasi menjadi awan di atas daratan dan jatuh sebagai hujan diatas daratan, kemudian air meresap ke dalam tanah atau mengalir ke sungai dan kemudian menuju ke laut kembali.
  3. Siklus panjang, yaitu air laut mengalami penguapan membentuk kristal-kristal es yang dibawa angin naik ke pegunungan menjadi gletser atau salju, kemudian gletser dan salju mencair, airnya masuk ke sungai dan menuju ke laut kembali.
Silus hidrologi tidak begitu saja terjadi akan tetai ada beberapa proses klimatis dan meteorologis yang menyertai, yaitu.

  • Evaporasi, adalah penguapan pada benda-benda abiotik yang merupakan proses perubahan wujud air menjadi tgas. Proses ini dipengaruhi oleh jumlah air yang terkandung pada tanah, dan faktor meteorologi.
  • Transpirasi, adalah proses pelepasan uap air dari tumbuhan melalui stomata, yang dipengaruhi oleh faktor jenis tumbhan berhubungan dengan ukuran stomata dan kandungan air yang dibutuhkan oleh tanaman, faktor sinar matahari, dan faktor jenis tanah, yaitu kelembaban tana.
  • Evapotranspirasi, adalah gabungan antara proses evaporasi dan transpirasi.
  • Kondensasi, perubahan wujud uap air menjadi air atau awan karenah penurunan suhu udara.
  • Adveksi, adalah transpirasi horizontal oleh gerakan udara mendatar.
  • Presipitasi, adalah curahan hujan
  • Run Off, adalah gerakan aliran air permukaan.
  • Infiltrasi, yaitu peresapan air ke dalam tanah.
  • Sublimasi, yaitu perubahan wujud dari uap air menjadi kristal es atau salju.

0 komentar:

:10 :11 :12 :13 :14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21 :22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29 :30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37 :38 :39

Posting Komentar